Hari lebaran tiba. Semua orang bergembira . Di sepanjang jalan di Madinah , orang berduyun-duyun ke Masjid untuk salat Idul Fitri . Anak-anak kecil berlarian dengan gembira, baju mereka baru, wajah mereka ceria. Memegang kantung berisi uang pemberian ayah mereka.
Seorang anak kecil duduk disudut bangunan kumuh. Ia menangis ketika semua anak Madinah bergembira. Karna Bajunya buruk dan sobek pula.
Rasulullah berjalan hendak kemasjid. Dilihatnya anak kecil itu. Ditegurnya dengan lembut.
“Kenapa kau menangis, nak?”
Anak itu sibuk menyeka air mata dengan tangannya yang kotor Hasan dan Husain adalah anak Fatimah. Jadi, siapakah orang ini?
Anak yatim itu mengangkat wajahnya.
“Apa bapak ini….Rasulullah?” Tanya anak yatim itu.
“Ya. Sukakah kau menjadi anakku?”
Anak yatim itu memeluk kaki Rasulullah dan menangis bahagia.
Rasulullah menggendong anak yatim itu kerumahnya. Disana ia dimandikan sendiri oleh Rasulullah lalu diberi baju gamis (kemeja) kecil dan diberi makan. Anak itu segera berlari menemui teman-temannya. Bajunya baru, ditangannya ada kantung berisi uang, dan kini ia punya ayah lagi.
Rasulullah pernah berkata, “Aku dan orang yang mengasuh anak Yatim ada di Surga” Ketika mengucapkan itu, Rasulullah menegakkan jari telunjuk dan jari tengahnya, menggambarkan orang yang berdiri berdampingan.
Rasulullah pernah berkata pula, “Keluarga Muslim terbaik adalah yang didalamnya ada anak yatim dan diasuh dengan baik”
Rasulullah telah memberi contoh bagaimana memperlakukan anak yatim.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar